top of page

Market Research Group

Public·9 members
Castor Sysoev
Castor Sysoev

Buku Merebut Kota Perjuangan.pdf


14 3 dengan menjadi seorang pahlawan nasional yang mengatur siasat dan memimpin kemenangan atas belanda di kota kelahirannya. Hal ini juga terlalu berlebihan mengingat pangkat militer yang disandang Soeharto pada waktu itu adalah Letkol. Menyadari fakta tersebut, seharusnya banyak tokoh-tokoh penting dalam sejarah yang dilompati kapasitasnya dalam komik Merebut Kota Perjuangan, misalnya: Jendral Soedirman dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku raja bagi rakyat Yogyakarta. Berdasarkan tiga momentum di atas, maka momen 6 jam di Jogja dimana pejuang RI berhasil menduduki Yogyakarta yang dikuasai oleh Belanda inilah yang menjadi sorotan dunia akan bagaimana hebatnya Soeharto dalam memimpin serangan tersebut. Bagaimana tidak, Indonesia yang baru saja merdeka kemudian ingin dikuasai lagi oleh Belanda, tetapi dengan gigihnya Soeharto memimpin pasukannya untuk meruntuhkan pasukan Belanda. Tentu saja dengan cerita yang dibentuk sedemikian rupa, membuat sosok Soeharto menjadi sosok yang kuat dan tak terkalahkan. Pencitraan inilah yang menjadi dasar oleh Soeharto untuk memperkuat kuasanya dalam memimpin Indonesia. Dia secara tidak langsung mendapat legitimasi sebagai seorang pemimpin yang mampu melakukan segala hal dan dalam segala situasi melalui cerita yang dibuatnya dalam komik Merebut Kota Perjuangan. Komik sendiri sebenarnya telah mengakar kuat di Indonesia jauh sebelum demam komik Jepang menguasai pasar perkomikan Indonesia belakangan ini. Jika meninjau sejarahnya, komik-komik Indonesia sudah muncul pada paruh pertama 1930-an, seperti yang dikarang Imansyah Lubis pada harian Sinpo (majalah melayucina). Kemudian pembukuan komik sudah mulai dilakukan pada tahun 1950-an.




Buku Merebut Kota Perjuangan.pdf



41 , sejak buku syair didaktik Steendam diterbitkan pemerintah Batavia (Vlekke, 1941: 258). Bergulirnya waktu media cetak berwujud koran pun banyak diterbitkan selama kurun , seperti: Bataviasche Nouvelles (1744), Government Gazzete, Javasche Courant, Surabaya Courant, De Locomotief, dll. Demikianlah, sampai tahun 1935 dunia media cetak berkembang cukup pesat di Hindia Belanda (pra-indonesia) yakni mencapai kurang lebih 320 kantor berita. Namun dari 19 koran harian berbahasa Belanda pelanggannya tidak lebih dari pembaca, (Vlekke, 1941: ). Pada masa-masa awal itulah mulai dijumpai comic-strip. Komik strip adalah komik pendek yang hanya terdiri dari beberapa kotak gambar, biasanya diterbitkan secara berkala di koran harian (Alkatiri, 2006: 69). Ceritanya bisa saja dibuat bersambung, atau hanya beberapa frame saja dan tidak berkala pada cetakan berikutnya. Maka, untuk mengetahui secara khusus mengenai sejarah dunia perkomikan Indonesia, sebagaimana yang telah dijelaskan pada BAB I, penulis pun mengacu pada Marchel Boneff (1998) yang telah membagi dua kategori besar komik Indonesia berdasarkan proses kelahirannya yaitu komik strip (comic-strip), dan buku komik. Demikianlah menurut Boneff, kehadiran komik strip Indonesia pada awal tahun 1930-an dapat ditemui pada beberapa media milik Belanda seperti De Java Bode memuat komik karya Clinge Doorenbos yakni Flippie Flink dalam rubrik anakanak. Setelah itu, D Orient adalah mingguan yang menerbitkan komik Flash Gordon


43 32 harian Kedaulatan Rakyat. Komik strip karya Abdulsalam ini lebih bernuansa heroik, salah satunya berjudul Kisah Pendudukan Jogja, (Sachari, 2007: 134). Pada komik strip yang berjudul Kisah Pendudukan Jogja ini memang memiliki kesamaan tema seperti komik Merebut Kota Perjuangan yang penulis teliti, yakni tentang agresi militer Belanda di Yogyakarta. Hanya saja komik karya Abdulsalam lebih menceritakan banyak tokoh dalam memperjuangkan kota Yogyakarta dan tidak menonjolkan tokoh Letkol Soeharto. Justru Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Jendral Sudirman yang menonjol. Letkol Soeharto hanya dikisahkan pada saat serangan umum berlangsung dan dia menyamar jadi penjual makanan. Setelah terbit secara berkala sejak 19 Desember 1948 hingga 29 Januari 1949, akhirnya komik itu diterbitkan dalam bentuk buku oleh harian Pikiran Rakyat Bandung. Demikianlah, pada akhirnya komik karya Abdulsalam tersebut, menurut para pengamat komik Indonesia merupakan buku komik pertama karya komikus Indonesia yang diterbitkan. Gambar 1.2 Cover Komik Kisah Pendudukan Jogja, Karya Abdulsalam (diunduh dari


44 33 Sebetulnya pada paruh terakhir dekade 1940-an hingga dekade 1050-an gaya komik nasionalis makin memudar, bahkan secara umum dapat dikatakan dunia perkomikan Indonesia mulai terserang pengaruh Amerika. Komik strip berjudul Tarzan, Rip Kirby, Phantom, dan Johnny Hazard mulai banyak diterbitkan dalam koran harian maupun mingguan, yang kemudian dibukukan oleh penerbit Gapura, Keng Po, dan Perfect. Ini merupakan serangan pengaruh komik Amerika pertama, yang kemudian berhasil dikalahkan oleh komikus nasional seperti Siaw Tik Kwei yang mengadopsi legenda kepahlawanan Tiongkok Sie Djin Koei, R.A.Kosasih (Bapak Komik Indonesia) yang berhasil mengadopsi citra Wonder Woman dalam tokoh Sri Asih. Karya tersebut mampu membangkitkan komik Indonesia, dan pergerakan komik pun tidak hanya di Bandung saja, tetapi mulai mengakar di berbagai kota, seperti Jakarta, Tasikmalaya, Surabaya, bahkan Medan. Demikianlah, uforia komik Indonesia terus berlanjut hingga memasuki era 1960-an dengan makin banyaknya karya komikus lokal. Keragaman budaya lokal seperti hikayat, legenda, bahkan mitos pun diangkat menjadi komik di samping kemunculan komik metropolis juga terus mendesak. Secara umum, komikus Indonesia memang berusaha mengadopsi cerita kisahkisah pewayangan, legenda, dan mitos-mitos yang ada di Nusantara. Hal ini berkaitan erat dengan desakan Presiden Soekarno pada tahun 1959 yang sangat prihatin dengan kondisi seni dan budaya Indonesia (Alam, 2001: 143). Menurut beliau seniman Indonesia harus lebih menggali budaya Nusantara daripada berkiblat ke Barat. Gerakan pemerintah, bersamaan dengan kekuatan komunis menjadikan komik pun


57 46 Pejuang yang berisi kata-kata KUPERSEMBAHKAN KARYAKU BAGI PARA PAHLAWAN DAN GENERASI PENERUS. Pada halaman selanjutnya ada sebuah halaman khusus yang ditulis oleh Sultan HB IX lengkap dengan tanda tangan beliau yang isinya adalah: Semoga buku cergam ini dengan judul Merebut Kota Perjuangan mengingatkan kembali semangat perjuangan sebagai tauladan kepada anak didik zaman sekarang ini, agar semangat perjuangan itu dihayati oleh generasi muda kita. Dan tak ketinggalan pula sambutan mantan Walikota Yogyakarta yang menjabat pada saat SO1Maret berlangsung di halaman berikutnya. Selanjutnya, setelah beberapa kata sambutan diatas maka dimulailah cerita awal komik yang menceritakan sejarah singkat bagaimana kala itu Indonesia dijajah oleh Belanda hingga Jepang dan akhirnya Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus Cerita ini disambung dengan Belanda kembali ingin menjajah Indonesia setelah Indonesia memproklamasikan kemerdakaannya dan mendesak Ibu Kota Negara di pindah ke Yogyakarta. Serangan balik dari pejuang Indonesia di Yogyakarta inilah yang kemudian dikenal dengan Serangan Umum 1 Maret yang menjadi inti tema besar komik Merebut Kota Perjuangan tersebut. Di akhir cerita diceritakan bagaimana Belanda akhirnya menarik diri dari Yogyakarta karena sebagai bentuk dari isi persetujuan dalam perjanjian yang dilakukan oleh Mr. Moh Roem (Indonesia) dan DR. Van Royen (Belanda) -yang lebih dikenal dengan perjanjian RoemRoyen.


58 47 Lima halaman terahir dari komik Merebut Kota Perjuangan berisikan tujuh buah gambar peta yang bila dijelaskan satu persatu secara berurutan adalah sebagai berikut: a. Peta pertama adalah gambaran gerakan Belanda menduduki kota Yogyakarta tanggal 19 desember b. Peta kedua adalah gambaran kedudukan DAN/WK III sudah diketahui Belanda, dan digambarkan di peta bagaimana pergerakan Belanda mengejar pasukan tersebut dari Segoroyoso hingga ke Pleret. c. Peta ketiga adalah gambaran persebaran pasukan Indonesia di wilayah Yogyakarta lengkap dengan para pemimpin pasukannya. d. Peta keempat adalah gambaran koordinasi yang dilakukan pejuang dalam menyerang Belanda di Yogyakarta. e. Peta kelima adalah pergerakan Belanda dalam menduduki kota Wonosari. f. Peta keenam adalah peta kota Yogyakarta saat terjadi SO1Maret lengkap dengan bagian kota yang dikuasai oleh pejuang selama 6 jam. g. Peta terakhir adalah gambaran bagaimana pasukan pejuang Indonesia bergerak dalam SO1Maret. Komik yang sejatinya ditujukan untuk membentuk wacana dominan ini memang ditujukan untuk dibaca penggemar komik dan anak-anak pada saat itu. Sehingga pola pikir pembaca secara tidak langsung akan terbentuk sesuai jalan cerita di komik yang terjadi pada tahun Pemerintah secara langsung memberikan buku terbitan 1984 tersebut sebagai koleksi di seluruh perpustakaan sekolah di


Revolusi di Ukraina sangat kaleidoskopis, dalam pengertian rumit dan berdarah. Revolusi tersebut menyaksikan kebangkitan nasionalisme Ukraina dan setelah revolusi Oktober kaum nasionalis borjuis kecil Rada merebut kekuasaan di Ukrainia. Namun demikian, dukungan petani pada kaum nasionalis sangat terbatas, dan pekerja di perkotaan, yang sebagian besar orang Rusia, Yahudi, atau Ukraina Rusia, memusuhi mereka. Ketika Garda Merah dari Rusia menyerang Ukraina pada Januari 1918, kelas buruh setempat bangkit mendukung serangan itu dan mengusir Rada, yang telah bersekutu dengan tentara German yang menyerang. Seperti yang diungkapkan sejarawan nasionalis Ukraina yang memusuhi kaum Bolshevik:


Baik kaum anarkis dan nasionalis Ukraina suka menggambarkan masuknya Tentara Merah pada tahun 1919 sebagai imperialis dan otoritarian. Namun demikian, pada saat itu hampir semua partisan lokal, termasuk Makhno, mendukung kaum Merah. Kenyataannya partisan Makhno bekerja sama dengan pemberontakan buruh yang dipimpin Bolshevik untuk merebut kota Ekaterinoslav dari kaum nasionalis.[14] Para buruh di kota-kota Ukraina bangkit untuk menyambut Pasukan Merah sebagai pembebas. Di Kharkov para buruh pro-Bolshevik membentuk Soviet, melancarkan pemogokan umum dan dengan dukungan tentara rendahan Jerman, mengusir seorang jendral nasionalis Ukraina sebelum datangnya kaum Merah. Kaum Bolsheviks didukung oleh penduduk Yahudi setempat yang menderita karena pembantaian terencana yang dipimpin kaum nasionalis. Selain itu, kaum Bolshevik pada awalnya mempunyai dukungkan yang luas di antara petani, yang memusuhi kaum nasionalis dan kini mereorganisasi diri sebagai Direktori, karena penolakan kaum nasionalis untuk menyita tuan tanah. Kaum nasionalis telah didiskreditkan di mata massa oleh aliansi mereka dengan kekuatan imperialis yang menyerang, pertama orang Jerman dan berikutnya orang Prancis.


About

Welcome to the group! You can connect with other members, ge...
bottom of page